Kamis, 11 November 2021

Manap

#Catatan_Harian (2009) "MENCARI KAKEK SELAMA 12 TAHUN TIDAK KETEMU" Sejak 12 tahun yang lalu (1997) kakek (warga pendatang) bekerja buruh bangunan di desa Lurah Kec. Plumbon. Setelah bangunan selesai kakek bekerja di proyek baru, bekerja berpindah-pindah hingga ke tempat bangunan di desa-desa tetangga. Pada suatu hari kakek yang berusia 50 tahun mengalami sakit komplikasi, sementara untuk berobat dirumah sakit tidak memiliki biaya. Kemudian penulis mencoba berusaha memfasilitasi proses perlengkapan syarat untuk pembebasan biaya selama di rawat dirumah sakit. Penulis dibantu oleh Kepala Desa dan Bpk Camat akhirnya si kakek dibawa berobat dan rawat inap di salah satu rumah sakit umum daerah di wilayah Kabupaten Cirebon dengan fasilitas jaminan kesehatan dari program jamkesmas daerah. Setelah mendapat keterangan dari tim medis bahwa yang bersangkutan mengalami sakit komplikasi dan dan hasilnya memprihatinkan, sehingga dokter mengharap keluarganya berdoa semoga kakek mendapat mu'jizat. Disini penulis merasa cemas, karena apabila saat ini Allah mencabut nyawanya, yang jadi pikiran kita bagaimana nanti untuk mengurus segala hal, sementara keluarganya tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Setelah penulis mencoba mengheningkan cipta, sedikit ada petunjuk untuk merayu kakek dengan bahasa nalar. Saat berbincang dengan kakek, penulis mencoba obrolannya direkam pakai HP soni ericsen. Alhasil dari perbincangan dengan kakek dengan suara lemah, ada kalimat "punya anak 4 orang (sambil menyebutkan nama anak satu persatu) dan menyebutkan nama daerah sukabumi. Penulis mencoba menanyakan nama desa dan kecamatan. Dari hasil rekaman yang ada penulis mencoba minta ijin ke pemdes setempat dengan mengetahui Camat setempat, untuk mencoba mencari daerah yang disebut oleh kakek. Sementara kakek penulis titipkan ke temen yang lain selanjutnya penulis dengan bekal surat jalan berangkat malam hari menuju kota sukabumi. Setelah nyampai pagi hari diterminal sukabumi penulis mencari alamat yang ada dalam rekaman hp, seseorang menunjukkan jika alamat termaksud harus naik dua kali angkot dan selanjutnya naik ojeg motor. Saat naik ojeg motor ternyata jalan berliku naik turun pegunungan. Karena jarak yang ditempuh lumayan jauh dan sambil mencari alamat penulis nyampe lokasi sekitar jam 11 siang. Singkat cerita (sekalipun saat itu semua keluarga bilang tidak kenal dengan nama kakek yang penulis sebutkan) namun ada anak perempuan yang kelihatan meneteskan air mata pertanda tak kuat menahan kabar yang penulis sampaikan kepada mereka. Penulis : Apunten semuanya, jika saya salah alamat sehingga datang kesini. Cuma saya pesan barangkali diantara kalian ada kabar keluarga kakek mohon sampaikan padanya "menurut pesan dokter diharap keluarganya datang, karena masih ada kesempatan untuk bertemu dengan beliau, karena harapan untuk di obati sudah sangat kecil untuk kesembuhannya. Dan dikhawatirkan beliau tidak kuat lagi sebelum keluarganya sempat datang. Anak perempuan : Bapa nya dimanaaaaa.... (bagai ada petir di siang bolong penulis kaget, karena ada pengakuan dari salah seorang anak perempuannya). Selanjutnya penulis tak berani ceritakan disini karena sangat pribadi sekali. Namun penulis bangga ternyata ada anaknya yang masih mengakui bapaknya. Didalam ceritanya bahwa kakek pernah dicari selama 12 tahun, tapi usahanya sia-sia tak bisa ditemukan. Bahkan salah seorang cucu dari anak perempuannya sudah daftar di KDI dengan harapan bila sudah sampai bisa tampil di televisi, Mudah-mudahan kakek melihatnya dan bisa pulang. Namun belum sampai arah kesana ternyata kakek sudah ditemukan dulu. Akhirnya ikut KDI pun tidak dilanjutkan (tutur ibunya) Sekitar pukul 2 siang anak perempuan kakek, istri kakek bersama cucunya ikut ke Cirebon bersama penulis. Sesampainya dirumah sakit mereka bertemu kakek, saat itu suasana pecah... semua menangis dan mereka satu persatu memeluk kakek. Esok harinya (hari Rabu) penulis menyiapkan mobil bersama keluarganya untuk pulang ke Sukabumi dan penulis ikut mengantar sampai rumah. Setelah sampai rumah kakek penulis ijin pulang. Mereka mengucapkan Terima kasih pada penulis dan semua pihak yang telah membantunya. Tiga hari kemudian (Sabtu dinihari) penulis mendapat telpon dari keluarga kakek yang memberikan kabar jika kakek baru saja meninggal. Selanjutnya mereka minta tolong, agar penulis bisa bantu memberikan kabar di moga pemalang sambil memberikan alamat lengkapnya. Pagi hari setelah subuh penulis mencoba menuju ke alamat. Cukup rumit mencari alamat nya karena penulis harus beberapa naik mobil angkot dan mobil bak menuju lokasi. Sampai di Moga penulis bertemu dengan salah satu keluarga (adik dari kakek) dan bercerita tentang perjalanan hidup kakek. Kemudian penulis permisi untuk pulang sambil memberikan nomor HP keluarga yang ada di Sukabumi. Sebelum pulang penulis sempat mendengarkan percakapan hingga memastikan bahwa yang kita temui betul-betul keluarganya. Selanjutnya penulis pulang ke Cirebon. (Bersambung) Penulis : Asrori Tahun : 2009 #awan_bengi

Jumat, 29 Oktober 2021

Pasutri

#Muara_Hati Alangka baiknya kita ingat kembali, tidak ada manusia yang sempurna. Apapun yang diusahakan oleh manusia, selalu saja menyisakan kekurangan. Untuk itu, alangkah baiknya bila pasutri belajar menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebab, salah satu faktor tercapainya kebahagiaan diri, bila seseorang mampu memahami segala kekurangan siapapun yang dengannya dia berinteraksi. Dan yang paling utama, tentu saja pasangan kita sehari-hari. Perbedaan karakter merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, sehingga setiap pasutri wajib berusaha menerima perbedaan karakter tersebut. Dan itu akan semakin mudah, bahkan semakin memberikan kenikmatan lebih, bila dibangun di atas ketulusan. Setiap pasutri harus berusaha mengoptimalkan sisi karakter yang disukai oleh pasangan, agar dapat meminimalisir pengaruh karakter dan kebiasaan buruk terhadap pasangannya tersebut. Jangan sampai karakter yang tidak disukai pasangan, justru semakin dominan dari hari ke hari. Sebaliknya, karakter yang kurang disukai itu hendaknya semakin dikikis, sementara karakter yang disenangi oleh pasangan, semakin hari semakin diasah. Bila keduanya melakukan hal itu, niscaya kehidupan rumah tangga akan semakin ceria, kebahagiaan dan ketenteraman menghiasi kehidupan sehari-hari. Selain itu, seseorang yang bisa memahami kekurangan, berarti juga bisa menghargai kelebihan. Pasutri yang semakin memahami kekurangan pasangannya, semakin pula ia mampu menghargai kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki pasangannya, sehingga keharmonisan tetap terjaga. (Bersambung) Buku Harian

Sabtu, 24 Juli 2021

Mertua Menantu dan Suami

➡Suami jika engkau telah menikah jangan pernah satukan istrimu dengan keluargamu karna jika engkau tidak bisa adil terhadap keduanya maka tanpa di sadari engkau bisa jadi anak durhaka & suami yang dzolim. ➡Wahai lelaki ketika engkau memutuskan menikah maka harus kamu sadari bahwa kamu mulai menciptakan keluarga baru yaitu kamu & istrimu bukan dengan orang tuamu atau orang tuanya karena mereka hanyalah bagian dari kehidupan baru yg kamu mulai karna hanya kamu & istrimu yg akan menjalaninya serta menciptakan sebuah keluarga. ➡Wahai mertua engkau pun harus menyadari ketika anak lelakimu menikah artinya dia akan menjadi pemimpin & imam dalam sebuah keluarga baru maka janganlah engkau turut campur kecuali dalam hal kebaikan. Engkau memang ibu dari anakmu tapi bukan berarti engkau harus turut adil dalam urusan keluarga mereka. ➡Mertua ... Mertua jangan pernah engkau mengkritik segala kekurangan mantumu karna pastinya anak lelakimu juga punya kekurangan di mata istri & mertuanya. ➡Jangan engkau katakan engkau tau segalanya tentang anak lelakimu, engkau hanya tau dia sebatas anak bukan suami dan anakmu pun memperlakukan engkau hanya sebatas ibu bukan istri. ➡Maka ketika anakmu menikah, istri yg lebih tau segala kekurangan anakmu, jangan engkau membicarakan kekurangan mantumu kepada orang lain karna mantumu pun bisa membuka segala kekurangan anakmu, ingat engkau hanya sebatas ibu bukan istri. Mertua engkaupun pernah menjadi mantu maka engkaupun tau bagaimana jika kehidupan rumah tanggamu ada campur tangan mertua. ➡➡Mungkin engkau merasa berbuat baik kepada mereka tapi tidak bagi mereka, tugasmu hanya menasihati bukan mencampuri. ➡Hampir rata-rata mertua lelaki lebih banyak adil dalam rumah tangga mantunya, kenapa ? Karena hampir rata-rata ketika sang anak menikah maka sang mantu akan di bawa ke rumah mertua, karna sang anak lelaki lebih menafkahi di banding mantunya. ➡Ibu mertua kaya sering membantu anaknya jadi merasa lebih berhak atas rumah tangga anaknya, ingatlah mertua jika engkau membantu rumah tangga anak bukan berarti engkau bisa seenaknya terhdap mantumu dan jangan jadikan mantumu menanggung utang budi kepadamu karena mantumu it adalah istri dari anakmu dan sudah kewajiban anak lelakimulah yang menafkahi tapi hampir rata-rata jika mertua membantu nafkah rumah tangga anak pasti mantulah yang di bebani karna mantu itu orang lain jadi di anggap sebagai penumpang bukan keluarga. ➡Jika mantu perempuanmu kaya dan dia lebih mampu menafkahi serta engkau ikut bersamanya apakah engkau sudi di perlakukan seenaknya hanya di karenakan engkau menumpang kepadanya atau anak lelakimu tidak di hormati karena nafkahnya tidak sebanding ? Pasti engkau sebagai mertua juga ingin di hormati maka itu hargailah menantu mu. ➡Wahai mertua jangan engkau bandingkan menantumu dengan menantu yang lain, apa kamu sudi di bandingkan dengan mertua yg lain, bisa jadi menantu orang lain baik karna mertuanya lebih menghargai sang mantu, maka jika kamu ingin menantumu baik & menghormatimu maka hargailah menantumu, ingatlah mertua memang tidak ada mertua durhaka tapi engkau mungkin termasuk mertua dzolim, jika terjadi perpecahan dalam rumah tangga anakmu apa lagi sampai terjadi perceraian maka engkau turut andil dalam dosa yang telah engkau perbuat, jika sang mantu menjadi durhaka terhadap anakmu maka engkau juga menanggung dosa atas perbuatanmu, bisa jadi engkaulah yg menyebabkan mantumu menjadi durhaka terhadap anakmu. ➡Hati-hati para mertua jika engkau tidak ridho pada anakmu dan anakmu tidak ridho pada istrimu dan mantumu tidak ridho pada anak-anaknya, apa yg kamu harapkan lagi kecuali saling mendzolimi. ➡Wahai mertua jika engkau mempunyai anak perempuan maka ingatlah bahwa suatu saat anak perempuanmu akan menjadi menantu orang lain, apa engkau ikhlas anak perempuan mu di perlakukan sama seperti engkau memperlakukan menantumu, apa engkau ikhlas melihat anak perempuanmu yang ingin pindah dari rumah mertua tapi suaminya tidak di ridhoi ibunya untuk keluar dari rumahnya ? Berlaku baiklah kepada menantumu agar anak-anak mu pun di perlakukan baik oleh mertuanya TIDAK SEMUA MERTUA SAMA👌 Sumber : SAJAK ISLAM

Minggu, 27 Juni 2021

HIDUP

"Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." >>Buya Hamka<< Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan. Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang. Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya. Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih. Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama. Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa. Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan. Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya. Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja. Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri. Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan. Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang. Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya. Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih. Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama. Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa. Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan. Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya. Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja. Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri

Senin, 21 Juni 2021

Perbedaan Antara Teman dan Seduluran

SOROTAN : Setiap orang sudah pasti punya teman karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Arti teman biasa dan teman yang menjadi seduluran itu jauh sangat berbeda Perbedaan antara teman biasa dan teman seduluran Bicara dengan teman biasa dan teman seduluran itu jauh berbeda... Kalau berbicara dengan teman biasa sudah pasti membahas hal yang perlu saja dan ngomongnya pun harus diatas jalur, tidak berani untuk bercanda karena takut tersinggung, Sedangkan teman seduluran akan berbicara apa adanya tanpa ada yang harus ditahan meski terkadang terkesan agak sedikit kasar namun tidak sampai membuat lawan bicaranya marah karena itu dianggap sebagai hal yang wajar karena seorang teman seduluran berani berbicara apa adanya Teman biasa cuma hadir sesaat (hanya hadir disaat perlunya saja setelah itu menghilang entah kemana)_ Tapi teman seduluran akan ada setiap saat (datang bukan hanya saat butuh tapi ada kapan pun dibutuhkan) Teman biasa kalau diminta tolong pasti alasannya beribu macam (berbagai jurus dikeluarkan untuk menolak permintaan temannya), Tapi teman seduluran, siap siaga dan selalu ada untuk membantu sedulurnya yang sedang kesusahan, (saat dimintai bantuan selalu ada dan tanpa alasan) Babeh Asrori

Jumat, 11 Juni 2021

RENUNGAN LELAKI

Renungan kanggo para lelaki. Bismillahirrahmanirrahim. Ana sewijine laki sing bangga yen rabine mapan, tegap, berdaya. Deweke seneng deleng rabi sing duwe penghasilan dewek, sampe ora sempat jaluk duit belanja ning laki. Deweke seneng deleng rabi bisa ngangkat galon, terus masang dewek, seneng deleng rabi piawi bopong tabung gas belanja terus masang dewek, masak sambil nyenyapu terus jalanang lan ngawasi mesin cuci sing lagi muter, sampe-sampe sesekali dulangi anak sing cilik kang wis belajar mangan. Sampe-sampe rabi manek beresi gendeng kang bocor sewaktu musim udan teka. Nalikane bengen rabi lelungan mendi-mendi jaluk diater, terus sekien mari jejaluke. Lunga ning pasar, nyusul anak ning sekolahan, ning tempat pengajian rabi lelungan gawa motor dewek. Wahai para laki.... priye menurut pendapat sedulur...? kira-kira enak tah beli kelawan kondisi mengkenen...? Sampe-sampe ngerasa seneng ora direpoti ning rabi...? Waspadalah wahai lelaki...! cara mengkenen dudu kondisi sing bagus. Sejatine rumah tangga ikuh kudu saling ketergantungan anatara laki rabi. Ora setitik rabi sing tergantung ning laki, namun ikuh wajar. Justru sing gawe hubungan tambah mesra. Karena antara laki karo rabi kudu bareng-bareng. Bahagialah nalikane rabi jaluk cepet-cepet balik yen wayae wis sore (ang wangsul ya sampun sonten_red) karena mungkin gas wis entok sementara sega atau masakan durung mateng. Bahagialah sewaktu rabi teriak jaluk tulung ngangkat gallon pengen dipasangnang, karena anake kebelet jaluk nginum. Bahagialah sewaktu rabi ngrengek jaluk dianter ning pengajian, mungkin karena engko pengen raih suarga karo laki. Bahagialah sewaktu rabi masih sering jaluk duit ning laki kanggo belanja, karena sejatine lelaki iku QOWWAM, tugase ngupai nafkah, supaya rabi rabi patuh karena ke-QAWWAMane laki. Bahagialah sewaktu rabi jaluk dibantu kanggo nyelesenang kerjaan umah, jaluk dibatu baturi anak-anake dolanan, jaluk tulung ganti popoke anak atawa bantu bebersih anak sing teriak-teriak karena hajate usai. Bahagialah... ning rabi sing masih bisa jejaluk ning laki, iku artine rabi masih waras, masih bisa ngungkapnang jejaluke. Mulianang rabi, rapinang rabi nalikane rabi katone brantakan, bantu kecantikane yenta deleng rabi belepotan, tuntunen nalikane rabi dianggep ceplas-ceplos ora ngerti etika, sirami karo pengetahuan yenta rabi dianggep kampungan. Sedurunge lelaki ngupai manfaat lan kebaikan adoh ning wong lian, pastinang dikit yen rabi sing paling awal ngerasaknang manfaat karo kebaikane laki. Wong wadon, sing mandiri ora bakal ngemis pengen diupai, tapi wong lanang kang bertanggungjawab pasti ngupai dikit sedurunge dijaluk ning rabi. ____________

Sabtu, 03 April 2021

Filosofi Petani

Seorang petani adalah pekerja yang mulia, dia teramat sangat menikmati “proses”. Kesabarannya… keikhlasannya… ketekunan dan kerja kerasnya patut dicontoh. Sebutir padi bisa menjadi ribuan padi, dimulai dari keuletan petani. Prosesnya panjang… mula-mula mempersiapkan tanah yang subur dengan cara membajak … setelah itu tanah yang subur diberi pupuk serta men-diamkan tanah tersebut untuk beberapa saat. Setelah dirasa cukup bagus tanahnya , baru menanam benih yang unggul, setelah tumbuh tunas-tunas cikal bakalnya maka dengan bantuan kaum wanita, tunas-tunas itu di tanam dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar pertumbuhan padinya bagus. Dengan sabar setiap hari sawahnya selalu dialiri air… Disaat banyak rumput liar tumbuh, maka dengan telatennya dicabutnya satu persatu agar tidak mengganggu pertumbuhan padi, dan diberikannya pupuk agar padi tumbuh dengan baik. Setiap hari berharap-harap cemas semoga padi yang dipanen hasilnya baik, tidak dimakan hama atau cuaca/hawa yang ada mendukung pertumbuhannya… Hingga saat panen tiba, sebutir padi berbuah ribuan butir… Semuanya membutuhkan waktu dan ketekunan… Belajar dengan menggunakan filosofi petani… menikmati proses… tidak mendapatkan sesuatu secara “instan”. Semangat… bersama-sama kita mencari keberkahan dan kebahagiaan yang diridhoi-NYA…

Selasa, 02 Maret 2021

Arti Sejati dari "JAGA DIRI BAIK-BAIK"

.....................

"JAGA DIRI BAIK-BAIK UNTUK ANAK WANITA"


Sering kita baca atau mendengar kalimat "Jaga Diri Baik-baik yang disampaikan untuk anak wanita. kalimat itu kalau kita dengar sangat sederhana namun memiliki arti yang sangat luar biasa dan belum tentu bagi yang sering menyampaikan kemudian mampu merealisasikannya. 

Kita sebagai orang tua atau laki-laki yang memiliki kewajiban untuk ikut serta menjaga, melindungi anak wanita seyogyanyalah berani membuktikan bahwa arti dari ucapan Jaga Diri Baik-baik bukanlah hanya sekedar ucapan belaka, akan tetapi mampu membuktikannya. 

Seringkali kita jumpai seorang yang dianggap sebagai laki-laki atau orang tua yang memiliki kewajiban berperan sebagai penjaga, pelindung bagi anak wanita justru ikut menjadi perusak bagai pagar makan tanaman. Sehingga seseorang yang betul-betul rela, ikut menjadi sorotan karena kekhawatiran pihak atas kejadian tersebut. 

 Namun disisi lain kita sebagai laki-laki atau orang tua yang memiliki niatan rela ikut serta berperan sebagai penjaga, pelindung bagi anak wanita tak peduli jika ada sorotan penilaian negatif terhadap kita. Yang terpenting terus kita melakukannya hingga kenyataan yang akan menjawabnya. 


Sejak tahun 1999 saat pertama ikut berpartisipasi dalam program pamberdayaan masyarakat, penulis ikut belajar mencoba ikut serta berperan sebagai penjaga dan pelindung anak-anak disekitar wilayah desa kita. Disamping kita menjaga anak-anak kita penulis juga mencoba ikut serta menjaga anak-anak wanita disekitar kita. Dan ternyata penulis banyak menemukan anak-anak yang perlu kita jaga, kita lindungi bahkan kita bina karena beberapa anak terpengaruh pergaulan negatif, mulai dari pergaulan tanpa batas ataupun pengaruh dari obat-obatan terlarang. 

Mengapa sejak dulu penulis memprioritaskan anak-anak wanita? karena menurut kita wanita sangat rawan bila terjebak dalam pergaulan tanpa batas apalagi terhadap obat-obatan terlarang. 

Pada saat itulah penulis sering kali mencoba menggunakan kalimat "Tetap Jaga Diri Baik-baik". Kalimat tersebut kita sampaikan kepada semua anak-anak yang kita jumpai secara umum, terutama anak-anak kita yang selalu menjaga diri dengan baik. 

Fenomena : Tidak jarang sesuatu terjadi di luar nalar, laki-laki atau orang tua yang memiliki kewajiban menjaga dan melindungi anak-anak wanita kita, namun kita rusak sendiri sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan mereka terhadap kita. 

Kesimpulan : Kita harus mampu membuktikan jika kita sering memberikan pesan pada anak-anak wanita dengan kalimat "Jaga Diri Baik-baik Ya" dengan sikap baik kita dengan penuh tanggungjawab sebagai laki-laki atau sebagai orang tua. 


Penulis : Asrori Ageng 

Telp/WA 085224 13 13 38