Minggu, 27 Juni 2021
HIDUP
"Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." >>Buya Hamka<<
Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan.
Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang.
Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya.
Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih.
Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama.
Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa.
Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan.
Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya.
Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja.
Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri.
Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan.
Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang.
Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya.
Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih.
Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama.
Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa.
Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan.
Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya.
Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja.
Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri
Senin, 21 Juni 2021
Perbedaan Antara Teman dan Seduluran
SOROTAN :
Setiap orang sudah pasti punya teman karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Arti teman biasa dan teman yang menjadi seduluran itu jauh sangat berbeda
Perbedaan antara teman biasa dan teman seduluran
Bicara dengan teman biasa dan teman seduluran itu jauh berbeda...
Kalau berbicara dengan teman biasa sudah pasti membahas hal yang perlu saja dan ngomongnya pun harus diatas jalur, tidak berani untuk bercanda karena takut tersinggung, Sedangkan teman seduluran akan berbicara apa adanya tanpa ada yang harus ditahan meski terkadang terkesan agak sedikit kasar namun tidak sampai membuat lawan bicaranya marah karena itu dianggap sebagai hal yang wajar karena seorang teman seduluran berani berbicara apa adanya
Teman biasa cuma hadir sesaat (hanya hadir disaat perlunya saja setelah itu menghilang entah kemana)_ Tapi teman seduluran akan ada setiap saat (datang bukan hanya saat butuh tapi ada kapan pun dibutuhkan)
Teman biasa kalau diminta tolong pasti alasannya beribu macam (berbagai jurus dikeluarkan untuk menolak permintaan temannya), Tapi teman seduluran, siap siaga dan selalu ada untuk membantu sedulurnya yang sedang kesusahan, (saat dimintai bantuan selalu ada dan tanpa alasan)
Babeh Asrori
Jumat, 11 Juni 2021
RENUNGAN LELAKI
Renungan kanggo para lelaki.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ana sewijine laki sing bangga yen rabine mapan, tegap, berdaya. Deweke seneng deleng rabi sing duwe penghasilan dewek, sampe ora sempat jaluk duit belanja ning laki.
Deweke seneng deleng rabi bisa ngangkat galon, terus masang dewek, seneng deleng rabi piawi bopong tabung gas belanja terus masang dewek, masak sambil nyenyapu terus jalanang lan ngawasi mesin cuci sing lagi muter, sampe-sampe sesekali dulangi anak sing cilik kang wis belajar mangan.
Sampe-sampe rabi manek beresi gendeng kang bocor sewaktu musim udan teka.
Nalikane bengen rabi lelungan mendi-mendi jaluk diater, terus sekien mari jejaluke. Lunga ning pasar, nyusul anak ning sekolahan, ning tempat pengajian rabi lelungan gawa motor dewek.
Wahai para laki.... priye menurut pendapat sedulur...? kira-kira enak tah beli kelawan kondisi mengkenen...? Sampe-sampe ngerasa seneng ora direpoti ning rabi...?
Waspadalah wahai lelaki...! cara mengkenen dudu kondisi sing bagus.
Sejatine rumah tangga ikuh kudu saling ketergantungan anatara laki rabi.
Ora setitik rabi sing tergantung ning laki, namun ikuh wajar. Justru sing gawe hubungan tambah mesra. Karena antara laki karo rabi kudu bareng-bareng.
Bahagialah nalikane rabi jaluk cepet-cepet balik yen wayae wis sore (ang wangsul ya sampun sonten_red) karena mungkin gas wis entok sementara sega atau masakan durung mateng.
Bahagialah sewaktu rabi teriak jaluk tulung ngangkat gallon pengen dipasangnang, karena anake kebelet jaluk nginum.
Bahagialah sewaktu rabi ngrengek jaluk dianter ning pengajian, mungkin karena engko pengen raih suarga karo laki.
Bahagialah sewaktu rabi masih sering jaluk duit ning laki kanggo belanja, karena sejatine lelaki iku QOWWAM, tugase ngupai nafkah, supaya rabi rabi patuh karena ke-QAWWAMane laki.
Bahagialah sewaktu rabi jaluk dibantu kanggo nyelesenang kerjaan umah, jaluk dibatu baturi anak-anake dolanan, jaluk tulung ganti popoke anak atawa bantu bebersih anak sing teriak-teriak karena hajate usai.
Bahagialah... ning rabi sing masih bisa jejaluk ning laki, iku artine rabi masih waras, masih bisa ngungkapnang jejaluke.
Mulianang rabi, rapinang rabi nalikane rabi katone brantakan, bantu kecantikane yenta deleng rabi belepotan, tuntunen nalikane rabi dianggep ceplas-ceplos ora ngerti etika, sirami karo pengetahuan yenta rabi dianggep kampungan.
Sedurunge lelaki ngupai manfaat lan kebaikan adoh ning wong lian, pastinang dikit yen rabi sing paling awal ngerasaknang manfaat karo kebaikane laki.
Wong wadon, sing mandiri ora bakal ngemis pengen diupai, tapi wong lanang kang bertanggungjawab pasti ngupai dikit sedurunge dijaluk ning rabi.
____________
Langganan:
Postingan (Atom)