Selasa, 02 Maret 2021

Arti Sejati dari "JAGA DIRI BAIK-BAIK"

.....................

"JAGA DIRI BAIK-BAIK UNTUK ANAK WANITA"


Sering kita baca atau mendengar kalimat "Jaga Diri Baik-baik yang disampaikan untuk anak wanita. kalimat itu kalau kita dengar sangat sederhana namun memiliki arti yang sangat luar biasa dan belum tentu bagi yang sering menyampaikan kemudian mampu merealisasikannya. 

Kita sebagai orang tua atau laki-laki yang memiliki kewajiban untuk ikut serta menjaga, melindungi anak wanita seyogyanyalah berani membuktikan bahwa arti dari ucapan Jaga Diri Baik-baik bukanlah hanya sekedar ucapan belaka, akan tetapi mampu membuktikannya. 

Seringkali kita jumpai seorang yang dianggap sebagai laki-laki atau orang tua yang memiliki kewajiban berperan sebagai penjaga, pelindung bagi anak wanita justru ikut menjadi perusak bagai pagar makan tanaman. Sehingga seseorang yang betul-betul rela, ikut menjadi sorotan karena kekhawatiran pihak atas kejadian tersebut. 

 Namun disisi lain kita sebagai laki-laki atau orang tua yang memiliki niatan rela ikut serta berperan sebagai penjaga, pelindung bagi anak wanita tak peduli jika ada sorotan penilaian negatif terhadap kita. Yang terpenting terus kita melakukannya hingga kenyataan yang akan menjawabnya. 


Sejak tahun 1999 saat pertama ikut berpartisipasi dalam program pamberdayaan masyarakat, penulis ikut belajar mencoba ikut serta berperan sebagai penjaga dan pelindung anak-anak disekitar wilayah desa kita. Disamping kita menjaga anak-anak kita penulis juga mencoba ikut serta menjaga anak-anak wanita disekitar kita. Dan ternyata penulis banyak menemukan anak-anak yang perlu kita jaga, kita lindungi bahkan kita bina karena beberapa anak terpengaruh pergaulan negatif, mulai dari pergaulan tanpa batas ataupun pengaruh dari obat-obatan terlarang. 

Mengapa sejak dulu penulis memprioritaskan anak-anak wanita? karena menurut kita wanita sangat rawan bila terjebak dalam pergaulan tanpa batas apalagi terhadap obat-obatan terlarang. 

Pada saat itulah penulis sering kali mencoba menggunakan kalimat "Tetap Jaga Diri Baik-baik". Kalimat tersebut kita sampaikan kepada semua anak-anak yang kita jumpai secara umum, terutama anak-anak kita yang selalu menjaga diri dengan baik. 

Fenomena : Tidak jarang sesuatu terjadi di luar nalar, laki-laki atau orang tua yang memiliki kewajiban menjaga dan melindungi anak-anak wanita kita, namun kita rusak sendiri sehingga menyebabkan hilangnya kepercayaan mereka terhadap kita. 

Kesimpulan : Kita harus mampu membuktikan jika kita sering memberikan pesan pada anak-anak wanita dengan kalimat "Jaga Diri Baik-baik Ya" dengan sikap baik kita dengan penuh tanggungjawab sebagai laki-laki atau sebagai orang tua. 


Penulis : Asrori Ageng 

Telp/WA 085224 13 13 38