asrori
Minggu, 27 Februari 2022
Perjalanan
Setelah menikah suasana tak seraih apa yang dibayangkan, kau bagai menghadapi seorang rahwana yang selalu merongrong mu, kau diperdaya, difitnah berbagai macam ulah sifat rahwana, tapi kau tetap menjaga kepribadianmu yang santun, kau abaikan seluruh tipu dayanya, hingga dia lelah. Dan kau mengembalikan kepribadianmu.
Hingga kepribadimu tetap indah.
Tahun ke (2) Allah memberi amanah dengan hadirnya seorang anak, kau menerima seluruhnya karena anak adalah titipan Allah yang diberikan pada kita. Pribadimu tetap indah.
Selanjutnya Allah tetap memberi kekuatan padamu, sehingga kau dipercaya lagi untuk menerima amanahnya, lahirlah anak yang ke (2), anak yang ke (3), anak yang ke (4), anak yang ke (5), anak yang ke (6), dan yang terakhir anak yang ke (7), namun kau tetap indah.
Dari anak yang ke 1 hingga anak yang ke 7, ribuan kilo meter jalan yang kau tempuh, siapapun bisa membayangkan bagaimana rasanya hidup dari nol berjalan sambil membesarkan anak-anak, tapi pribadimu tetap indah.
Senyuman yang kau tebarkan pada orang-orang disekelilingmu sejak dulu hingga kini di usia senja, senyum kepribadianmu tetap indah.
Kaulah satu-satunya wanita yang yang dihadirkan untuk menemaniku sepanjang bertahun-tahun dan kaulah satu satunya pahlawan bagi anak-anak kita, hampir 33 tahun kau berjuang hingga kini, kau tak kenal lelah, pribadimu tetap indah.
Terima kasih calon bidadariku, dan terima kasih keramat bagi anak-anak kita.
Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat bagimu.
Amiiin.
#awan_bengi
Rabu, 02 Februari 2022
Catatan Harian
#Catatan_Harian
(2009)
"MENCARI KAKEK SELAMA 12 TAHUN TIDAK KETEMU"
Sejak 12 tahun yang lalu (1997) kakek (warga pendatang) bekerja buruh bangunan di desa Lurah Kec. Plumbon. Setelah bangunan selesai kakek bekerja di proyek baru, bekerja berpindah-pindah hingga ke tempat bangunan di desa-desa tetangga termasuk di wilayah tegalwangi.
Pada suatu hari kakek yang berusia 50 tahun (saat tinggal numpang di wilayah Arumsari Talun) mengalami sakit komplikasi, sementara untuk berobat dirumah sakit tidak memiliki biaya. Kemudian penulis mencoba berusaha memfasilitasi proses perlengkapan syarat untuk pembebasan biaya selama di rawat dirumah sakit. Penulis dibantu oleh Kepala Desa dan Bpk Camat akhirnya si kakek dibawa berobat dan rawat inap di salah satu rumah sakit umum daerah di wilayah Kabupaten Cirebon dengan fasilitas Jaminan Kesehatan dari Program Jamkesmas Daerah (Jamkesda).
Setelah mendapat keterangan dari tim medis bahwa yang bersangkutan mengalami sakit komplikasi dan hasilnya memprihatinkan, sehingga dokter mengharap keluarganya berdoa semoga kakek mendapat mu'jizat.
Disini penulis merasa cemas, karena apabila saat ini Allah mencabut nyawanya, yang jadi pikiran kita bagaimana nanti untuk mengurus segala hal, sementara keluarganya tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Setelah penulis mencoba mengheningkan cipta, sedikit ada petunjuk untuk merayu kakek dengan bahasa nalar. Saat berbincang dengan kakek, penulis mencoba mekam suara pembicaraan kakek pakai HP Soni Ericson. Alhasil dari perbincangan dengan kakek dengan suara lemah, ada kalimat "punya anak 4 orang (sambil menyebutkan nama anak satu persatu) dan menyebutkan nama daerah sukabumi"
Penulis mencoba mencari tau nama desa dan kecamatan yang kakek sampaikan.
Dari hasil rekaman yang ada penulis mencoba minta ijin ke pemdes setempat dengan mengetahui Camat setempat, untuk mencoba mencari daerah yang disebut oleh kakek. Sementara kakek penulis titipkan ke temen yang lain selanjutnya penulis dengan bekal surat jalan, berangkat malam hari dari Cirebon menuju kota sukabumi.
Setelah nyampai pagi hari diterminal sukabumi penulis mencari alamat yang ada dalam rekaman hp, seseorang menunjukkan jika alamat termaksud harus naik dua kali angkot dan selanjutnya naik ojeg motor. Saat naik ojeg motor ternyata jalan berliku naik turun pegunungan.
Karena jarak yang ditempuh lumayan jauh dan sambil mencari alamat penulis nyampe lokasi sekitar jam 11 siang.
Singkat cerita (sekalipun saat itu semua keluarga bilang tidak kenal dengan nama kakek yang penulis sebutkan) namun ada anak perempuan yang kelihatan meneteskan air mata pertanda tak kuat menahan kabar yang penulis sampaikan kepada mereka.
Penulis : Apunten semuanya, jika saya salah alamat sehingga datang kesini. Cuma saya pesan barangkali diantara kalian ada kabar keluarga kakek mohon sampaikan padanya "menurut pesan dokter diharap keluarganya datang, karena masih ada kesempatan untuk bertemu dengan beliau, karena harapan untuk di obati sudah sangat kecil untuk kesembuhannya. Dan dikhawatirkan beliau tidak kuat lagi sebelum keluarganya sempat datang.
Anak perempuan : Bapa nya dimanaaaaa.... (bagai ada petir di siang bolong penulis kaget, karena ada pengakuan dari salah seorang anak perempuannya).
Selanjutnya penulis tak berani ceritakan disini karena sangat pribadi sekali. Namun penulis bangga ternyata ADA ANAKNYA YANG MASIH MENGAKUI BAPAKNYA. Didalam ceritanya bahwa kakek pernah dicari selama 12 tahun, tapi usahanya sia-sia tak bisa ditemukan. Bahkan salah seorang cucu dari anak perempuannya sudah daftar di KDI dengan harapan bila sudah sampai bisa tampil di televisi, Mudah-mudahan kakek melihatnya dan bisa pulang. Namun belum sampai arah kesana ternyata kakek sudah ditemukan dulu. Akhirnya ikut KDI pun tidak dilanjutkan (tutur ibunya)
Sekitar pukul 2 siang anak perempuan kakek, istri kakek bersama cucunya ikut ke Cirebon bersama penulis. Sesampainya dirumah sakit mereka bertemu kakek, saat itu suasana pecah... semua menangis dan mereka satu persatu memeluk kakek.
Esok harinya (hari Rabu) penulis berusaha semampunya, menyiapkan mobil bersama keluarganya untuk pulang ke Sukabumi dan penulis ikut mengantar sampai rumah. Setelah sampai rumah kakek, kemudian penulis ijin pulang. Mereka mengucapkan Terima kasih pada penulis dan semua pihak yang telah membantunya.
Tiga hari kemudian (Sabtu dinihari) penulis mendapat telpon dari keluarga kakek yang memberikan kabar sambil teriring suara tangisan, jika kakek baru saja meninggal.
Selanjutnya salah seorang dari mereka (anaknya) melalu telpon selular minta tolong, agar penulis bisa bantu memberikan kabar di moga pemalang sambil memberikan alamat lengkapnya.
Pagi hari setelah subuh penulis mencoba menuju ke alamat sesuai pesan dari keluarga kakek. Cukup rumit sehingga banyak bertanya untuk mencari alamat nya karena penulis harus beberapa naik mobil angkot dan mobil bak menuju lokasi.
Sampai di Moga penulis turun dari mobil bak, lalu bertemu dengan salah satu keluarga (adik dari kakek) dan bercerita tentang perjalanan hidup kakek. Usai menyampaikan pesan dari Sukabumi, kemudian penulis permisi untuk pulang sambil memberikan nomor HP keluarga yang ada di Sukabumi. Sebelum pulang penulis sempat mendengarkan percakapan hingga memastikan bahwa yang kita temui betul-betul keluarganya. Selanjutnya penulis ijin pulang ke Cirebon.
"Innallaha 'Ala Kulli Syai-in Qodir"
(Bersambung)
Penulis : Asrori
#awan_bengi
Kamis, 11 November 2021
Manap
#Catatan_Harian
(2009)
"MENCARI KAKEK SELAMA 12 TAHUN TIDAK KETEMU"
Sejak 12 tahun yang lalu (1997) kakek (warga pendatang) bekerja buruh bangunan di desa Lurah Kec. Plumbon. Setelah bangunan selesai kakek bekerja di proyek baru, bekerja berpindah-pindah hingga ke tempat bangunan di desa-desa tetangga.
Pada suatu hari kakek yang berusia 50 tahun mengalami sakit komplikasi, sementara untuk berobat dirumah sakit tidak memiliki biaya. Kemudian penulis mencoba berusaha memfasilitasi proses perlengkapan syarat untuk pembebasan biaya selama di rawat dirumah sakit. Penulis dibantu oleh Kepala Desa dan Bpk Camat akhirnya si kakek dibawa berobat dan rawat inap di salah satu rumah sakit umum daerah di wilayah Kabupaten Cirebon dengan fasilitas jaminan kesehatan dari program jamkesmas daerah.
Setelah mendapat keterangan dari tim medis bahwa yang bersangkutan mengalami sakit komplikasi dan dan hasilnya memprihatinkan, sehingga dokter mengharap keluarganya berdoa semoga kakek mendapat mu'jizat.
Disini penulis merasa cemas, karena apabila saat ini Allah mencabut nyawanya, yang jadi pikiran kita bagaimana nanti untuk mengurus segala hal, sementara keluarganya tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Setelah penulis mencoba mengheningkan cipta, sedikit ada petunjuk untuk merayu kakek dengan bahasa nalar. Saat berbincang dengan kakek, penulis mencoba obrolannya direkam pakai HP soni ericsen. Alhasil dari perbincangan dengan kakek dengan suara lemah, ada kalimat "punya anak 4 orang (sambil menyebutkan nama anak satu persatu) dan menyebutkan nama daerah sukabumi.
Penulis mencoba menanyakan nama desa dan kecamatan.
Dari hasil rekaman yang ada penulis mencoba minta ijin ke pemdes setempat dengan mengetahui Camat setempat, untuk mencoba mencari daerah yang disebut oleh kakek. Sementara kakek penulis titipkan ke temen yang lain selanjutnya penulis dengan bekal surat jalan berangkat malam hari menuju kota sukabumi.
Setelah nyampai pagi hari diterminal sukabumi penulis mencari alamat yang ada dalam rekaman hp, seseorang menunjukkan jika alamat termaksud harus naik dua kali angkot dan selanjutnya naik ojeg motor. Saat naik ojeg motor ternyata jalan berliku naik turun pegunungan.
Karena jarak yang ditempuh lumayan jauh dan sambil mencari alamat penulis nyampe lokasi sekitar jam 11 siang.
Singkat cerita (sekalipun saat itu semua keluarga bilang tidak kenal dengan nama kakek yang penulis sebutkan) namun ada anak perempuan yang kelihatan meneteskan air mata pertanda tak kuat menahan kabar yang penulis sampaikan kepada mereka.
Penulis : Apunten semuanya, jika saya salah alamat sehingga datang kesini. Cuma saya pesan barangkali diantara kalian ada kabar keluarga kakek mohon sampaikan padanya "menurut pesan dokter diharap keluarganya datang, karena masih ada kesempatan untuk bertemu dengan beliau, karena harapan untuk di obati sudah sangat kecil untuk kesembuhannya. Dan dikhawatirkan beliau tidak kuat lagi sebelum keluarganya sempat datang.
Anak perempuan : Bapa nya dimanaaaaa.... (bagai ada petir di siang bolong penulis kaget, karena ada pengakuan dari salah seorang anak perempuannya).
Selanjutnya penulis tak berani ceritakan disini karena sangat pribadi sekali. Namun penulis bangga ternyata ada anaknya yang masih mengakui bapaknya. Didalam ceritanya bahwa kakek pernah dicari selama 12 tahun, tapi usahanya sia-sia tak bisa ditemukan. Bahkan salah seorang cucu dari anak perempuannya sudah daftar di KDI dengan harapan bila sudah sampai bisa tampil di televisi, Mudah-mudahan kakek melihatnya dan bisa pulang. Namun belum sampai arah kesana ternyata kakek sudah ditemukan dulu. Akhirnya ikut KDI pun tidak dilanjutkan (tutur ibunya)
Sekitar pukul 2 siang anak perempuan kakek, istri kakek bersama cucunya ikut ke Cirebon bersama penulis. Sesampainya dirumah sakit mereka bertemu kakek, saat itu suasana pecah... semua menangis dan mereka satu persatu memeluk kakek.
Esok harinya (hari Rabu) penulis menyiapkan mobil bersama keluarganya untuk pulang ke Sukabumi dan penulis ikut mengantar sampai rumah. Setelah sampai rumah kakek penulis ijin pulang. Mereka mengucapkan Terima kasih pada penulis dan semua pihak yang telah membantunya.
Tiga hari kemudian (Sabtu dinihari) penulis mendapat telpon dari keluarga kakek yang memberikan kabar jika kakek baru saja meninggal.
Selanjutnya mereka minta tolong, agar penulis bisa bantu memberikan kabar di moga pemalang sambil memberikan alamat lengkapnya.
Pagi hari setelah subuh penulis mencoba menuju ke alamat. Cukup rumit mencari alamat nya karena penulis harus beberapa naik mobil angkot dan mobil bak menuju lokasi.
Sampai di Moga penulis bertemu dengan salah satu keluarga (adik dari kakek) dan bercerita tentang perjalanan hidup kakek. Kemudian penulis permisi untuk pulang sambil memberikan nomor HP keluarga yang ada di Sukabumi. Sebelum pulang penulis sempat mendengarkan percakapan hingga memastikan bahwa yang kita temui betul-betul keluarganya. Selanjutnya penulis pulang ke Cirebon.
(Bersambung)
Penulis : Asrori
Tahun : 2009
#awan_bengi
Jumat, 29 Oktober 2021
Pasutri
#Muara_Hati
Alangka baiknya kita ingat kembali, tidak ada manusia yang sempurna. Apapun yang diusahakan oleh manusia, selalu saja menyisakan kekurangan. Untuk itu, alangkah baiknya bila pasutri belajar menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebab, salah satu faktor tercapainya kebahagiaan diri, bila seseorang mampu memahami segala kekurangan siapapun yang dengannya dia berinteraksi. Dan yang paling utama, tentu saja pasangan kita sehari-hari.
Perbedaan karakter merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari, sehingga setiap pasutri wajib berusaha menerima perbedaan karakter tersebut. Dan itu akan semakin mudah, bahkan semakin memberikan kenikmatan lebih, bila dibangun di atas ketulusan.
Setiap pasutri harus berusaha mengoptimalkan sisi karakter yang disukai oleh pasangan, agar dapat meminimalisir pengaruh karakter dan kebiasaan buruk terhadap pasangannya tersebut. Jangan sampai karakter yang tidak disukai pasangan, justru semakin dominan dari hari ke hari.
Sebaliknya, karakter yang kurang disukai itu hendaknya semakin dikikis, sementara karakter yang disenangi oleh pasangan, semakin hari semakin diasah. Bila keduanya melakukan hal itu, niscaya kehidupan rumah tangga akan semakin ceria, kebahagiaan dan ketenteraman menghiasi kehidupan sehari-hari.
Selain itu, seseorang yang bisa memahami kekurangan, berarti juga bisa menghargai kelebihan. Pasutri yang semakin memahami kekurangan pasangannya, semakin pula ia mampu menghargai kelebihan dan keistimewaan yang dimiliki pasangannya, sehingga keharmonisan tetap terjaga.
(Bersambung)
Buku Harian
Sabtu, 24 Juli 2021
Mertua Menantu dan Suami
➡Suami jika engkau telah menikah jangan pernah satukan istrimu dengan keluargamu karna jika engkau tidak bisa adil terhadap keduanya maka tanpa di sadari engkau bisa jadi anak durhaka & suami yang dzolim.
➡Wahai lelaki ketika engkau memutuskan menikah maka harus kamu sadari bahwa kamu mulai menciptakan keluarga baru yaitu kamu & istrimu bukan dengan orang tuamu atau orang tuanya karena mereka hanyalah bagian dari kehidupan baru yg kamu mulai karna hanya kamu & istrimu yg akan menjalaninya serta menciptakan sebuah keluarga.
➡Wahai mertua engkau pun harus menyadari ketika anak lelakimu menikah artinya dia akan menjadi pemimpin & imam dalam sebuah keluarga baru maka janganlah engkau turut campur kecuali dalam hal kebaikan. Engkau memang ibu dari anakmu tapi bukan berarti engkau harus turut adil dalam urusan keluarga mereka.
➡Mertua ...
Mertua jangan pernah engkau mengkritik segala kekurangan mantumu karna pastinya anak lelakimu juga punya kekurangan di mata istri & mertuanya.
➡Jangan engkau katakan engkau tau segalanya tentang anak lelakimu, engkau hanya tau dia sebatas anak bukan suami dan anakmu pun memperlakukan engkau hanya sebatas ibu bukan istri.
➡Maka ketika anakmu menikah, istri yg lebih tau segala kekurangan anakmu, jangan engkau membicarakan kekurangan mantumu kepada orang lain karna mantumu pun bisa membuka segala kekurangan anakmu, ingat engkau hanya sebatas ibu bukan istri.
Mertua engkaupun pernah menjadi mantu maka engkaupun tau bagaimana jika kehidupan rumah tanggamu ada campur tangan mertua.
➡➡Mungkin engkau merasa berbuat baik kepada mereka tapi tidak bagi mereka, tugasmu hanya menasihati bukan mencampuri.
➡Hampir rata-rata mertua lelaki lebih banyak adil dalam rumah tangga mantunya, kenapa ? Karena hampir rata-rata ketika sang anak menikah maka sang mantu akan di bawa ke rumah mertua, karna sang anak lelaki lebih menafkahi di banding mantunya.
➡Ibu mertua kaya sering membantu anaknya jadi merasa lebih berhak atas rumah tangga anaknya, ingatlah mertua jika engkau membantu rumah tangga anak bukan berarti engkau bisa seenaknya terhdap mantumu dan jangan jadikan mantumu menanggung utang budi kepadamu karena mantumu it adalah istri dari anakmu dan sudah kewajiban anak lelakimulah yang menafkahi tapi hampir rata-rata jika mertua membantu nafkah rumah tangga anak pasti mantulah yang di bebani karna mantu itu orang lain jadi di anggap sebagai penumpang bukan keluarga.
➡Jika mantu perempuanmu kaya dan dia lebih mampu menafkahi serta engkau ikut bersamanya apakah engkau sudi di perlakukan seenaknya hanya di karenakan engkau menumpang kepadanya atau anak lelakimu tidak di hormati karena nafkahnya tidak sebanding ? Pasti engkau sebagai mertua juga ingin di hormati maka itu hargailah menantu mu.
➡Wahai mertua jangan engkau bandingkan menantumu dengan menantu yang lain, apa kamu sudi di bandingkan dengan mertua yg lain, bisa jadi menantu orang lain baik karna mertuanya lebih menghargai sang mantu, maka jika kamu ingin menantumu baik & menghormatimu maka hargailah menantumu, ingatlah mertua memang tidak ada mertua durhaka tapi engkau mungkin termasuk mertua dzolim, jika terjadi perpecahan dalam rumah tangga anakmu apa lagi sampai terjadi perceraian maka engkau turut andil dalam dosa yang telah engkau perbuat, jika sang mantu menjadi durhaka terhadap anakmu maka engkau juga menanggung dosa atas perbuatanmu, bisa jadi engkaulah yg menyebabkan mantumu menjadi durhaka terhadap anakmu.
➡Hati-hati para mertua jika engkau tidak ridho pada anakmu dan anakmu tidak ridho pada istrimu dan mantumu tidak ridho pada anak-anaknya, apa yg kamu harapkan lagi kecuali saling mendzolimi.
➡Wahai mertua jika engkau mempunyai anak perempuan maka ingatlah bahwa suatu saat anak perempuanmu akan menjadi menantu orang lain, apa engkau ikhlas anak perempuan mu di perlakukan sama seperti engkau memperlakukan menantumu, apa engkau ikhlas melihat anak perempuanmu yang ingin pindah dari rumah mertua tapi suaminya tidak di ridhoi ibunya untuk keluar dari rumahnya ?
Berlaku baiklah kepada menantumu agar anak-anak mu pun di perlakukan baik oleh mertuanya
TIDAK SEMUA MERTUA SAMA👌
Sumber : SAJAK ISLAM
Minggu, 27 Juni 2021
HIDUP
"Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan pun hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja." >>Buya Hamka<<
Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan.
Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang.
Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya.
Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih.
Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama.
Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa.
Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan.
Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya.
Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja.
Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri.
Antara manusia dengan binatang tentu saja memiliki derajat yang berbeda. Walau sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Bedanya manusia memang makhluk yang istimewa karena dikarunia akal sehat dan kearifan.
Bukan insting saja yang ada. Untuk itulah manusia sejatinya memiliki derajat kehidupan yang berbeda dengan binatang.
Seperti yang dikatakan ulama besar, Buya Hamka: Kalau manusia hidup cuma sekadar hidup, babi pun bisa melakukannya.
Artinya kalau hidup cuma untuk makan dan tidur binatang pun bisa melakukannya. Sebagai manusia tentu mesti punya nilai lebih.
Hidup bukan untuk makan dan tidup. tapi makan dan tidur untuk hidup, agar dapat menjadi bernilai hidupnya bagi sesama.
Sebagai manusia, kalau bekerja sekadar bekerja. Apa bedanya dengan kera? Kera juga bisa bekerja dengan keahliannya. Kera bisa bekerja untuk manusia dengan memetik kelapa.
Apa yang dikatakan Buya Hamka memang terasa menohok. Kita sebagai manusia dengan segala pembenarannya bekerja sekadar mendapat imbalan.
Oleh sebab itu dalam bekerja kita kehilangan rasa. Seringkali keadaan yang menyebabkan kita berlaku demikian. Apalagi di tempat kita bekerja tidak ada apresiasinya. Yang rajin dan yang malas sama saja penghargaannya.
Apa artinya bekerja rajin dan sungguh-sungguh kalau hasilnya toh sama saja? Dalam kondisi ini keluguan dan semangat kita hilang. Bekerja jadi sekadar bekerja.
Secara logika kita anggap benar saja. Tetapi secara kejiwaan kita telah menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Pada dasarnya kita orang yang rajin dan bersemangat. Tapi rela memalaskan diri
Senin, 21 Juni 2021
Perbedaan Antara Teman dan Seduluran
SOROTAN :
Setiap orang sudah pasti punya teman karena manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Arti teman biasa dan teman yang menjadi seduluran itu jauh sangat berbeda
Perbedaan antara teman biasa dan teman seduluran
Bicara dengan teman biasa dan teman seduluran itu jauh berbeda...
Kalau berbicara dengan teman biasa sudah pasti membahas hal yang perlu saja dan ngomongnya pun harus diatas jalur, tidak berani untuk bercanda karena takut tersinggung, Sedangkan teman seduluran akan berbicara apa adanya tanpa ada yang harus ditahan meski terkadang terkesan agak sedikit kasar namun tidak sampai membuat lawan bicaranya marah karena itu dianggap sebagai hal yang wajar karena seorang teman seduluran berani berbicara apa adanya
Teman biasa cuma hadir sesaat (hanya hadir disaat perlunya saja setelah itu menghilang entah kemana)_ Tapi teman seduluran akan ada setiap saat (datang bukan hanya saat butuh tapi ada kapan pun dibutuhkan)
Teman biasa kalau diminta tolong pasti alasannya beribu macam (berbagai jurus dikeluarkan untuk menolak permintaan temannya), Tapi teman seduluran, siap siaga dan selalu ada untuk membantu sedulurnya yang sedang kesusahan, (saat dimintai bantuan selalu ada dan tanpa alasan)
Babeh Asrori
Langganan:
Postingan (Atom)