Kamis, 11 November 2021
Manap
#Catatan_Harian
(2009)
"MENCARI KAKEK SELAMA 12 TAHUN TIDAK KETEMU"
Sejak 12 tahun yang lalu (1997) kakek (warga pendatang) bekerja buruh bangunan di desa Lurah Kec. Plumbon. Setelah bangunan selesai kakek bekerja di proyek baru, bekerja berpindah-pindah hingga ke tempat bangunan di desa-desa tetangga.
Pada suatu hari kakek yang berusia 50 tahun mengalami sakit komplikasi, sementara untuk berobat dirumah sakit tidak memiliki biaya. Kemudian penulis mencoba berusaha memfasilitasi proses perlengkapan syarat untuk pembebasan biaya selama di rawat dirumah sakit. Penulis dibantu oleh Kepala Desa dan Bpk Camat akhirnya si kakek dibawa berobat dan rawat inap di salah satu rumah sakit umum daerah di wilayah Kabupaten Cirebon dengan fasilitas jaminan kesehatan dari program jamkesmas daerah.
Setelah mendapat keterangan dari tim medis bahwa yang bersangkutan mengalami sakit komplikasi dan dan hasilnya memprihatinkan, sehingga dokter mengharap keluarganya berdoa semoga kakek mendapat mu'jizat.
Disini penulis merasa cemas, karena apabila saat ini Allah mencabut nyawanya, yang jadi pikiran kita bagaimana nanti untuk mengurus segala hal, sementara keluarganya tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
Setelah penulis mencoba mengheningkan cipta, sedikit ada petunjuk untuk merayu kakek dengan bahasa nalar. Saat berbincang dengan kakek, penulis mencoba obrolannya direkam pakai HP soni ericsen. Alhasil dari perbincangan dengan kakek dengan suara lemah, ada kalimat "punya anak 4 orang (sambil menyebutkan nama anak satu persatu) dan menyebutkan nama daerah sukabumi.
Penulis mencoba menanyakan nama desa dan kecamatan.
Dari hasil rekaman yang ada penulis mencoba minta ijin ke pemdes setempat dengan mengetahui Camat setempat, untuk mencoba mencari daerah yang disebut oleh kakek. Sementara kakek penulis titipkan ke temen yang lain selanjutnya penulis dengan bekal surat jalan berangkat malam hari menuju kota sukabumi.
Setelah nyampai pagi hari diterminal sukabumi penulis mencari alamat yang ada dalam rekaman hp, seseorang menunjukkan jika alamat termaksud harus naik dua kali angkot dan selanjutnya naik ojeg motor. Saat naik ojeg motor ternyata jalan berliku naik turun pegunungan.
Karena jarak yang ditempuh lumayan jauh dan sambil mencari alamat penulis nyampe lokasi sekitar jam 11 siang.
Singkat cerita (sekalipun saat itu semua keluarga bilang tidak kenal dengan nama kakek yang penulis sebutkan) namun ada anak perempuan yang kelihatan meneteskan air mata pertanda tak kuat menahan kabar yang penulis sampaikan kepada mereka.
Penulis : Apunten semuanya, jika saya salah alamat sehingga datang kesini. Cuma saya pesan barangkali diantara kalian ada kabar keluarga kakek mohon sampaikan padanya "menurut pesan dokter diharap keluarganya datang, karena masih ada kesempatan untuk bertemu dengan beliau, karena harapan untuk di obati sudah sangat kecil untuk kesembuhannya. Dan dikhawatirkan beliau tidak kuat lagi sebelum keluarganya sempat datang.
Anak perempuan : Bapa nya dimanaaaaa.... (bagai ada petir di siang bolong penulis kaget, karena ada pengakuan dari salah seorang anak perempuannya).
Selanjutnya penulis tak berani ceritakan disini karena sangat pribadi sekali. Namun penulis bangga ternyata ada anaknya yang masih mengakui bapaknya. Didalam ceritanya bahwa kakek pernah dicari selama 12 tahun, tapi usahanya sia-sia tak bisa ditemukan. Bahkan salah seorang cucu dari anak perempuannya sudah daftar di KDI dengan harapan bila sudah sampai bisa tampil di televisi, Mudah-mudahan kakek melihatnya dan bisa pulang. Namun belum sampai arah kesana ternyata kakek sudah ditemukan dulu. Akhirnya ikut KDI pun tidak dilanjutkan (tutur ibunya)
Sekitar pukul 2 siang anak perempuan kakek, istri kakek bersama cucunya ikut ke Cirebon bersama penulis. Sesampainya dirumah sakit mereka bertemu kakek, saat itu suasana pecah... semua menangis dan mereka satu persatu memeluk kakek.
Esok harinya (hari Rabu) penulis menyiapkan mobil bersama keluarganya untuk pulang ke Sukabumi dan penulis ikut mengantar sampai rumah. Setelah sampai rumah kakek penulis ijin pulang. Mereka mengucapkan Terima kasih pada penulis dan semua pihak yang telah membantunya.
Tiga hari kemudian (Sabtu dinihari) penulis mendapat telpon dari keluarga kakek yang memberikan kabar jika kakek baru saja meninggal.
Selanjutnya mereka minta tolong, agar penulis bisa bantu memberikan kabar di moga pemalang sambil memberikan alamat lengkapnya.
Pagi hari setelah subuh penulis mencoba menuju ke alamat. Cukup rumit mencari alamat nya karena penulis harus beberapa naik mobil angkot dan mobil bak menuju lokasi.
Sampai di Moga penulis bertemu dengan salah satu keluarga (adik dari kakek) dan bercerita tentang perjalanan hidup kakek. Kemudian penulis permisi untuk pulang sambil memberikan nomor HP keluarga yang ada di Sukabumi. Sebelum pulang penulis sempat mendengarkan percakapan hingga memastikan bahwa yang kita temui betul-betul keluarganya. Selanjutnya penulis pulang ke Cirebon.
(Bersambung)
Penulis : Asrori
Tahun : 2009
#awan_bengi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar